Telemakhus, Rahib yang Mengakhiri Pertandingan Gladiator

Biografi

Mungkin tidak banyak di antara kita yang pernah mendengar kisah tentang rahib Telemakhus. Rahib dari golongan asketis (mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan) ini pada suatu hari mendapat perintah Tuhan untuk pergi dari biaranya ke Roma tanpa tahu tugas spesifik apa yang harus dia kerjakan. Sesampainya di sana, sang rahib mendapati sebuah pemandangan yang mendukakan hatinya, yakni pertandingan gladiator yang berdarah-darah itu. Dua prajurit bertarung hingga salah satu mati dan disaksikan oleh ribuan penonton dari tribun.

Telemakhus tidak bisa menerima kebiadaban seperti itu. Diapun berlari ke dalam arena sambil berteriak-teriak, “Demi Kristus, hentikan! Demi Kristus, hentikan!” Pada mulanya, orang-orang menganggap tindakannya sebagai salah satu hiburan dan menertawakannya. Namun, setelah beberapa saat, mereka menyadari bahwa itu bukan lelucon. Para penontonpun marah, dan gladiator yang merasa terganggu mengejar lalu menusuknya dengan pedang hingga tewas.

Tubuh kecil Telemakhus terhempas ke tanah, dan seketika itu juga keheningan menyelimuti seluruh stadion. Satu-persatu, para penonton meninggalkan stadion dalam diam. Kaisar Honorius yang bertahta pada waktu itu dan adalah juga seorang Kristen kemudian memutuskan, bahwa sejak hari itu, pertandingan gladiator dilarang lagi diadakan. Tanggal 1 Januari 404 adalah hari terakhir pertandingan gladiator di Roma, sekaligus diperingati sebagai hari mati martir rahib Telemakhus.

Ada beberapa kronologi yang berbeda tentang rahib Telemakhus yang menghentikan pertarungan gladiator ini, namun benang merahnya sama: bahkan seorang rahib golongan asketis sekalipun pada akhirnya tidak bisa menolak panggilan Kristen untuk berpartisipasi dalam dunia. Kekristenan dan partisipasi tak dapat dipisahkan. Selama praktik-praktik dosa masih terpelihara di dalam dunia, selama itu pula Kristen secara alami akan merasakan kegelisahan di dalam hati, dan selama itu pula panggilan untuk berpartisipasi sebagai terang dan garam dunia terus berlaku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s