Jaminan Sang Guru

artikel

Ketika ada orang kaya dan saleh yang menanyakan syarat memperoleh hidup yang kekal kepada Sang Guru, ia mendapat jawaban yang mengejutkan, yakni menjual semua harta miliknya dan membagi-bagikannya kepada orang miskin lalu mengikuti Sang Guru. Karena hartanya banyak sekali, tentu sulit sekali untuk bisa melepaskan semuanya begitu saja. Orang kaya itupun berlalu dengan hati yang sedih.

Salah seorang murid yang melihat peristiwa tersebut kemudian bertanya kepada Sang Guru. Mereka telah meninggalkan segala sesuatu yang mereka miliki dan mengikuti Sang Guru, jadi mereka penasaran juga, apakah yang akan mereka peroleh dari pengorbanan mereka itu. “Bagaimana dengan kami, Guru? Kami telah meninggalkan harta, pekerjaan, dan bahkan keluarga kami untuk mengikutimu. Apakah yang akan kami peroleh?” Demikian kira-kira pertanyaan murid tersebut.

Sang Guru memberikan jawab yang tak terduga. Ia mengatakan bahwa para murid itu kelak akan mendapat kedudukan sebagai hakim-hakim atas bangsa mereka. Tak hanya pada murid-murid yang waktu itu ada di situ, Sang Guru juga memberikan janji bahwa setiap orang yang meninggalkan segala kepunyaan mereka demi Sang Guru akan mendapat kembali seratus kali lipat dan–lebih daripada itu–hidup yang kekal!

Selama sejarah, manusia berusaha untuk mendapatkan kepastian setelah kematian, namun tak ada yang benar-benar menjamin hal itu. Semua agama hanya mengajarkan tentang bagaimana cara-cara terbaik untuk bisa menyenangkan hati Tuhan, supaya kelak–kalau beruntung–Tuhan mengingat perbuatan baik mereka dan memberikan hidup yang kekal kepada mereka. Akan tetapi, tak ada satupun yang bisa menjamin bahwa seseorang pasti memperoleh hidup yang kekal kecuali Sang Guru.

Jaminan yang diberikan oleh Sang Guru itu hanya bisa berarti dua hal. Pertama, Sang Guru adalah orang yang gegabah karena menjanjikan sesuatu yang bukan merupakan miliknya atau di luar kuasanya. Tak hanya surga, Sang Guru tentunya bisa dianggap terlalu berani, karena menjanjikan posisi-posisi yang tinggi di surga untuk para murid. Bukan cuma gegabah, Sang Guru juga bisa dianggap sebagai pembual! Tapi… benarkah demikian?

Kemungkinan kedua, Sang Guru memang memiliki kuasa atas surga dan kehidupan kekal, sehingga sah-sah saja jika Sang Guru menjanjikan hal-hal itu kepada semua orang yang mengikutinya. Manakah di antara dua kemungkinan ini yang paling masuk akal? Kemungkinan kedualah yang paling masuk akal. Sang Guru pastinya bukan sosok yang gegabah atau suka membual. Dia melakukan apa yang dia katakan, dan apapun yang Sang Guru katakan pasti terjadi seketika itu juga. Sekian banyak mujizat yang dilakukan menegaskan hal ini.

Banyak pemimpin rohani yang hanya bisa berkhotbah namun tidak bisa menghidupi khotbah-khotbahnya. Tentang janji mengenai surga, banyak pemimpin yang bertindak gegabah dan meramalkan tentang kiamat seolah dia adalah Tuhan. Namun, ramalan demi ramalan itu tak pernah terjadi. Sang Guru sendiri pun tak gegabah untuk masalah kiamat, karena dia berkata bahwa hanya Bapa yang tahu akan hari itu. Jika Sang Guru adalah pembual yang gegabah, tentulah kepastian hari kiamat itu masuk pula dalam bualannya.

Jika kemungkinan kedualah yang paling masuk akal, tentu Sang Guru bukanlah orang yang sembarangan. Oleh karena itu, para murid juga seharusnya tidak hidup sembarangan dalam mengikuti Sang Guru. Para murid harus siap sedia meninggalkan segala sesuatu yang menghambat mereka untuk mengikuti Sang Guru. Hanya dengan cara demikianlah janji yang dinyatakan oleh Sang Guru akan terbukti dalam kehidupan para murid. Lagipula, bukankah para murid memang benar-benar mendapatkan ratusan kali lipat saudara di dalam Sang Guru?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s