Sebuah Hari yang Aneh!

artikel

Pernahkah kamu mengalami sebuah hari yang tidak biasa, hari yang segala sesuatu berjalan di luar kelaziman, atau dengan kata lain, hari yang aneh? Dua orang murid Sang Guru pernah mengalaminya.

Waktu itu Sang Guru dan para murid telah dekat ke kota yang menjadi pusat pemerintahan dan keagamaan di negeri mereka. Sang Guru memanggil dua orang dari antara muridnya dan menyuruh mereka untuk mencuri seekor keledai. Hah? Bagaimana bisa seorang yang begitu suci dan mengajarkan berbagai kebajikan malah memerintahkan muridnya untuk mencuri keledai?

Tapi bagi Sang Guru, tindakan itu bukanlah mencuri, melainkan hanya mengambil sebentar apa yang sebenarnya kepunyaannya. Itulah sebabnya, Sang Guru membekali kedua muridnya itu dengan sebuah “mantera” ajaib: “Tuhan memerlukannya, ia akan segera mengembalikannya ke sini.” Dan benar juga, ketika beberapa orang mempertanyakan tindakan para murid yang melepaskan ikatan keledai itu, “mantera” itupun manjur sehingga tidak ada seorangpun yang mempermasalahkannya.

Para murid terancam mendapat hukuman yang berat, karena “jangan mencuri” merupakan salah satu pilar kehidupan sosial dan keagamaan bangsa mereka, dan pelanggaran atasnya pasti mendapatkan hukuman yang sangat serius. Namun, mereka tetap pergi juga. Apakah para murid itu bodoh dan sedang “terhipniotis” oleh Sang Guru? Tentu tidak, karena buktinya orang-orang yang mempertanyakan tindakan mereka akhirnya membiarkan mereka pergi membawa keledai itu setelah mereka mengucapkan kalimat ajaib yang dipesankan Sang Guru.

Setelah mereka membawa keledai itu kepada Sang Guru, ia pun menaikinya dan masuk ke kota tersebut. Setidaknya ada dua keanehan dalam tindakan Sang Guru ini. Pertama, Sang Guru tak pernah naik kuda, onta, atau keledai sebelumnya. Ke mana saja, Sang Guru selalu berjalan kaki. Berikutnya, keledai itu begitu “menurut” pada kedua murid dan Sang Guru. Pada umumnya, seekor keledai yang belum pernah ditunggangi orang akan menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Kedua hal tersebut bukanlah hal yang lazim terjadi.

Sekitar 700 tahun sebelum peristiwa itu terjadi, salah satu nabi bangsa itu dikaruniai oleh Tuhan untuk “meneropong” kejadian tersebut. Ia kemudian menuliskannya dalam kitab ramalannya. Dalam ramalannya itu, raja atau mesias yang dijanjikan akan datang dengan penuh kelemahlembutan dan mengendarai seekor keledai yang masih muda, alias belum pernah digunakan sebelumnya. Tujuh ratus tahun kemudian, Sang Guru menggenapkan ramalan itu. Dan, seolah sudah direncanakan dengan matang, semua orang menyambut kedatangan Sang Guru dengan sorak-sorai seperti menyambut seorang raja!

Tanpa disadari kedua muridnya, keledai itu memang sudah dipersiapkan untuk peristiwa itu. Bahkan tanpa disadari, kedua murid pun turut mengambil bagian dalam penggenapan ramalan itu! Mereka pasti tercengang-cengang setelah melihat keledai yang mereka ambil ternyata “hanya” dipakai Sang Guru untuk masuk ke dalam kota, sangat tidak sepadan dengan resiko yang harus mereka ambil ketika membawa keledai itu! Namun mereka pasti merasa lebih terkejut dan tak habis pikir ketika melihat sambutan orang-orang yang begitu luar biasa terhadap Sang Guru. Semua orang menyambut Sang Guru bak seorang raja!

Ah, sungguh sebuah hari yang aneh, demikian mungkin pikiran yang berkecamuk di benak para murid. Bagi mereka, mungkin itu adalah hari yang aneh, namun bagi Sang Guru, itu adalah hari yang istimewa, yakni hari dimana ia menggenapkan sebuah ramalan kuno yang pernah diberitahukan sebelumnya. Itu adalah hari dimana Sang Guru menyatakan dirinya sebagai Raja dan Mesias yang dijanjikan Tuhan ratusan tahun sebelumnya.

Bagaimana dengan hari-hari kita? Hmmm… Sang Guru mengharapkan kita juga menggenapi apa yang tertulis di kitab suci. Sang Guru menginginkan hari-hari kita adalah hari-hari yang dipenuhi keanehan karena kita melakukan apa yang dituliskan oleh kitab suci. Bukan berarti kita harus mencari dan menaiki seekor keledai, melainkan melakukan dengan taat setiap perintah Tuhan yang kita dapati di dalam kitab suci. Mungkin saja, di hari kita melakukan firman Tuhan itu, hari kita menjadi tidak biasa lagi. Mungkin ada cemooh, mungkin juga ada pujian, tapi yang jelas, Sang Guru akan melihat hari itu sebagai hari yang istimewa!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s