Menghindari Api Tapi Malah Hangus Terbakar

artikel

Ada sebuah kisah unik yang diceritakan dalam salah satu babak kehidupan Simson, salah satu pahlawan bangsa Israel yang terkenal karena kekuatannya yang luar biasa. Dalam perjamuan kawinnya dengan seorang perempuan dari bangsa asing (Filistin), Simson mengajak para tamu untuk bertaruh dalam sebuah teka-teki.

Jika mereka bisa menjawabnya, maka Simson akan memberikan pakaian yang sangat mahal. Sebaliknya, jika mereka tak bisa menebak teka-teki Simson, maka merekalah yang harus menyerahkan masing-masing satu stel pakaian mahal kepadanya. Merekapun menyanggupinya.

Akan tetapi, ternyata teka-teki Simson itu terlalu unik dan tak dapat mereka pecahkan. Karena tak ingin rugi, merekapun mendesak mempelai wanita agar membujuk Simson untuk memberitahukan “bocoran” teka-teki itu. Mereka bahkan mengancam akan membakar si wanita beserta seisi rumahnya jika nantinya mereka “kalah taruhan.”

Karena takut ancaman itu, ia kemudian mendesak Simson agar memberitahukan jawabannya. Karena terus menerus didesak, Simson pun tak tahan dan akhirnya memberitahukan jawaban teka-tekinya kepadanya. Maka selamatlah si wanita dari ancaman para tamu, karena mereka berhasil memenangkan taruhan. Tapi tidak lama.

Beberapa waktu kemudian, Simson yang tadinya marah karena si wanita membocorkan jawaban kepada lawan bertaruhnya dan pulang ke rumahnya sendiri, sekarang sudah agak tenang dan kembali ke rumah sang istri untuk menemuinya. Akan tetapi, ternyata si wanita itu telah diperistri orang lain! Ayah si wanita beralasan bahwa ia menyangka Simson sudah tak mau lagi kembali.

Amarah Simsonpun meluap kembali. Dilampiaskannyalah kemarahannya itu dengan cara membakar semua ladang dan lumbung gandum orang Filistin. Orang Filistin yang merasa sangat dirugikan oleh kelakuan Simson itupun mencari tahu mengapa ia berbuat demikian. Dan, begitu tahu bahwa ia melakukannya karena istrinya telah diberikan kepada orang lain oleh ayah mertuanya untuk dijadikan istri, marahlah mereka kepada keluarga itu.

Dan, kisah inipun berakhir dengan sangat mengerikan. Si wanita yang membocorkan jawaban teka-teki Simson karena ingin menghindarkan dirinya dan keluarganya dari ancaman api, ternyata tetap saja mati dibakar oleh orang-orang Filistin yang menganggap mereka bertanggung jawab atas kerugian panen yang sangat besar itu.

Ah, seandainya saja si wanita itu bersikukuh untuk tidak meminta jawaban dan memberitahukannya kepada orang-orang Filistin, ia akan tahu bahwa sebenarnya ancaman mereka hanyalah gertak sambal. Dan kalaupun mereka benar-benar datang untuk membakarnya beserta seisi rumahnya, tentulah Simson yang perkasa itu lebih dari sanggup untuk melindungi mereka. Wanita itupun terbakar justru karena menghindari api.

Kawan, kita pun terkadang bersikap seperti wanita itu. Karena takut ancaman atau takut membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi di depan, kita menghalalkan segala cara–termasuk meninggalkan kebenaran–agar diri kita selamat. Padahal, belum tentu ancaman itu “berisi” dan bayangan itu benar-benar terjadi.

Dan seandainya hal-hal buruk sebagai akibat keberpihakan kita pada kebenaran itu benar terjadi, bukankah itu lebih baik daripada mengalami hal baik namun sementara dan menutup hari dengan hal buruk serta dalam kondisi tidak berpihak pada yang benar? Itu namanya “kekalahan ganda.”

Kawan, jangan sampai kita mengalami nasib tragis seperti istri Simson itu. Mari kita tetap berpihak pada apa yang benar, meski nyawa adalah taruhannya. Jangan sampai kita menghindari api tapi justru berakhir dengan tubuh hangus terbakar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s