Penyesatan Memang HarusAda

artikel

 

Penyesatan memang harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya, demikianlah kata Sang Guru. Hal itu dikatakannya setelah berbicara mengenai siapa yang terbesar di kerajaan surga. Dengan contoh anak kecil yang sama, Sang Guru berkata bahwa para murid harus memperlakukan anak kecil dengan baik, bukan menyesatkannya.

 

Meski penyesatan itu memang harus ada (mungkin itu menjadi semacam konsensus antara Allah dan iblis), namun adalah lebih baik bagi si penyesat itu untuk ditenggelamkan ke dalam laut, daripada menerima kutuk dan murka Allah karena menyesatkan umat-Nya. Begitulah kira-kira yang disampaikan oleh Sang Guru.

 

Sang Guru mengutuk dunia ini dengan segala penyesatannya, dan memang itulah kondisi dunia yang berdosa ini: menyesatkan. Dengan konsep kebesaran dunia, misalnya, para murid tergoda untuk bertengkar memperebutkan posisi utama di antara mereka. Dengan konsep yang sama, orang-orang berkelahi, pelajar-pelajar tawuran, dan negara-negara berperang. Semua mengejar satu hal: kemenangan yang berujung pada pengakuan (semu & fana) bahwa merekalah yang terhebat, terbesar, dst.

 

Umat Tuhan pun tak lepas dari hal ini. Pendeta yang banyak membuat mujizat pasti lebih banyak diikuti daripada yang “hanya” bisa berkhotbah, meski si khotbah si pembuat mujizat seringkali tidak “nyambung,” alias melantur kesana-kemari. Kebesaran iman seseorang diukur dari kekayaan, kesuksesan, atau kesehatan seseorang. Jika anda sakit, maka anda sedang kurang iman, demikian pula jika anda gagal atau jatuh miskin.

 

Gerejapun tergoda untuk berlomba mempercantik diri: memperluas bangunan, menambah jumlah lantai, meng-upgrade sound system dan multimedia, mengundang artis rohani atau pengkhotbah dari luar negeri, dan lain sebagainya. Semuanya itu dilakukan dengan mengatasnamakan Tuhan. Gereja tergoda untuk berpikir seperti dunia. Berkat diukur sebatas jumlah dan ukuran semata. Padahal jika demikian, Sang Guru dan para murid yang hidup sederhana dan tak lepas dari aniaya adalah orang-orang yang sangat tidak diberkati!

 

Berbagai penyesatan seperti itu akan selalu ada sepanjang dunia masih berputar. Dan, kita tahu ke mana jalan kesesatan itu akan tertuju. Oleh karenanya, Sang Guru memberikan peringatan yang sangat serius tentang penyesatan. Ia berkata bahwa jika ada tangan, kaki, mata, atau anggota tubuh lainnya yang kita dapati menyesatkan, lebih baik ia segera dibuang agar tak menulari seluruh tubuh sehingga binasa semuanya.

 

Penyesatan memang harus ada, tetapi kiranya kita bukanlah pelakunya. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s