Makan Siang Termahal di Dunia

artikel

Tahun 2010 kemarin, salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett, berhasil melelang sebuah acara makan siang untuk amal bernama Power Lunch di eBay dengan harga 2,63 juta dolar Amerika, atau sekitar 24 milyar Rupiah. Pemenangnya boleh mengajak tujuh teman untuk makan siang bersama Warren Buffett di restoran Smith & Wollensky di Manhattan.

24 milyar Rupiah hanya untuk sekali makan siang pasti sudah terdengar super mahal, akan tetapi sejarah pernah mencatat makan siang yang jauh lebih mahal dengan menu yang sangat sederhana: semangkuk sup kacang merah!

Nah, sebagian pasti sudah tahu apa yang kumaksudkan. Ya, itulah makan siang semangkuk sup kacang merah hasil masakan Yakub yang dijual dengan nilai yang sangat mahal, yakni hak anak sulung Esau. Hasilnya, Yakub lah yang kemudian meneruskan berkat Abraham, menjadi sebuah bangsa yang besar bernamaIsrael.

Tapi, bukankah berkat itu kemudian diperolehnya dengan cara menipu Ishak yang telah rabun karena usia? Benar, namun itu terjadi karena kurangnya komunikasi antara ayah dan ibunya. Ribka sepertinya tidak mengatakan kepada Ishak bahwa Tuhan memang sudah menetapkan Yakub sebagai penerima berkat kesulungan.

Itulah sebabnya, Ishak ingin mewariskan berkat itu kepada anak sulungnya (Esau), sebagaimana lazimnya pada masa itu. Seandainya saja ada komunikasi yang baik antara Ribka dan Ishak, tentulah berkat itu tak perlu diperoleh dengan cara menipu. Lagipula, bukankah sebenarnya Yakub “menjemput” berkat yang memang telah ia beli dari Esau beberapa waktu sebelumnya?

Bertolak belakang dengan kakaknya, Yakub sangat menghargai berkat Tuhan. Ia tahu betul, apa arti dari berkat itu, dan ia tak melewatkan satu kesempatanpun untuk mendapatkannya. Meski barter antara semangkuk sup hak kesulungan (baca: berkat berlipat-lipat) sepertinya mustahil, namun Yakub tetap berinisiatif untuk membuat penawaran. Itu mungkin seperti menawarkan pertukaran sepeda kita dengan pesawat pribadi!

Yakub adalah anak orang kaya. Ia bisa saja bersantai-santai karena toh kelak ia juga akan mendapat warisan kekayaan dari orang tuanya, namun ia tidak melakukannya. Ia tidak menginginkan kekayaan. Paling tidak, ia menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar harta benda. Ia mengejar berkat Tuhan seperti yang telah dijanjikan kepada kakeknya, Abraham. Ia ingin merasakan hidup yang senantiasa diberkati, hidup yang selalu dekat dengan Pribadi yang telah menyertai kakek dan ayahnya.

Ayah Yakub adalah anak tunggal yang memang sudah ditentukan Tuhan untuk mewarisi berkat dari Abraham, kakeknya. Tapi, ia bukanlah anak tunggal, dan terlebih lagi, ia bukanlah anak sulung yang menurut tradisi akan menerima warisan berkat itu. Oleh karena itulah, ia mengupayakan segala cara untuk bisa mendapatkannya. Dan sungguh kebetulan, kakaknya menyetujui penawarannya!

Bagaimana denganmu? Seberapa berhargakah berkat Tuhan itu bagimu? Segiat apakah kamu berupaya untuk mendapatkan berkat itu? Seberapa besar keinginanmu untuk selalu dekat dengan Dia? Akankah kamu bersantai-santai karena merasa sudah cukup dengan apa yang kamu miliki sekarang, ataukah kamu akan berjuang lebih keras demi mendapatkan restu-Nya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s