Barter yang Sangat Merugikan

artikel
K

ita pasti pernah membaca atau mendengar cerita tentang bagaimana Esau menjual hak kesulungannya dengan sup kacang merah yang dimasak oleh adiknya, Yakub. Sepulang berburu, dengan tubuh yang sangat kelelahan dan mungkin perut keroncongan, wajarlah jika Esau tergiur dengan apapun yang siap disantap, termasuk sup kacang merah yang dimasak oleh Yakub.

Yang tidak wajar adalah persetujuan Esau untuk menukarkan hak kesulungannya dengan semangkuk makanan.Adaapa sebenarnya dengan Esau? Bagaimana bisa dia bertindak sebodoh itu? Bukankah itu sama saja seperti menukar pesawat pribadi dengan sepeda? Namun, jika kamu ada dalam posisi Esau, mungkinkah kamu melakukan hal yang sama?

Esau adalah seorang pemburu. Sebagai pemburu, ia terbiasa untuk bertindak sesuai nalurinya. Ia juga terbiasa untuk mengambil keputusan dengan cepat. Itulah yang diperlukan dalam sebuah perburuan. Esau tidak terbiasa untuk memandang jauh ke depan. Ia terbiasa untuk memandang dan mengejar apa yang ada di hadapannya.

Itulah sebabnya, Esau dengan enteng melepaskan hak kesulungan (berkat melimpah di masa depan) hanya demi semangkuk kacang merah yang cuma akan membuatnya kenyang untuk sementara waktu saja. Sebuah barter yang sangat merugikan. Sebuah barter yang akan sangat disesalinya di kemudian hari.

Bagaimana denganmu? Apa saja yang mendasari pertimbanganmu untuk melakukan suatu hal atau mengambil sebuah keputusan? Akankah kamu memilih hasil sementara atau hasil jangka panjang? Akankah kamu menukar jam-jam doa atau saat teduhmu yang mendatangkan berkat jangka panjang dengan urusan studi atau pekerjaan, yang hasilnya paling banter hanya bisa dinikmati sampai mati saja?

Akankah kamu menukar integritasmu dengan mengatakan “sedikit” kebohongan untuk menutupi kesalahan yang telah dilakukan, agar (sementara waktu) terhindar dari masalah? Akankah kamu mengutamakan keuntungan sementara dengan menaikkan harga barang atau jasa setinggi langit, ataukah mempertahankan harga wajar yang menghasilkan hubungan jual-beli jangka panjang?

Waspadalah, jangan sampai terjerumus dalam barter yang sangat merugikan seperti yang dialami oleh Esau. “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s