Jangan Beribadah Demi Pencitraan

Insights

“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.” (Mat. 6:1)

Ayat di atas sering dijadikan alasan untuk berdoa secara sembunyi-sembunyi, padahal fokusnya bukanlah pada “melakukan kewajiban agama di hadapan orang,” melainkan “supaya dilihat mereka.”

Dengan kata lain, Yesus berkata, “Jangan beribadah demi pencitraan.”

Di sisi lain, kita melihat masih banyak praktek keagamaan yang bersifat artifisial, alias hanya mengedepankan penampilan di hadapan publik tanpa memperhatikan esensi dari ibadah itu sendiri. Praktek-praktek keagamaan yang tadinya dimaksudkan untuk membantu pemeluk agama agar lebih khidmat dalam menghadap Yang Maha Kuasa, telah berubah menjadi sekedar tradisi yang harus dijaga.

Bahkan, kita pun mungkin pernah melakukan ibadah artifisial tersebut. Kita ke gereja atau mengikuti persekutuan hanya untuk “setor muka” di hadapan pendeta, majelis, atau jemaat yang lain. Sebelum makan, kita berdoa, namun itu hanya karena kebiasaan, dan bukan karena memang bersyukur atas makanan itu.

Masih ada banyak contoh lain tentang ibadah-ibadah artifisial, namun yang hendak ditekankan di dalam tulisan ini bukanlah jenis-jenis ibadahnya, melainkan kesadaran bahwa Tuhan lebih menghendaki ibadah yang benar-benar tertuju kepada Dia, bukan kepada diri kita sendiri.

Jika memang kita sedang berada di tempat umum dan akan makan, baiklah kita berdoa mengucap syukur terlebih dahulu atas makanan tersebut, tidak dengan sembunyi-sembunyi, namun juga tidak dengan “berlebihan” supaya dilihat orang lain. Selamat beribadah! 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s